Wilayah Desa Sapit
PROFIL SINGKAT DESA WISATA SAPIT
Desa Wisata Sapit merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Suwela Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat Desa Sapit berjarak sekitar 25 km atau 43 menit dari Ibukota Kabupaten Lombok Timur. Rute menuju Desa Sapit dapat dilalui dengan menggunakan transportasi darat (Bus Damri, Mobil Peribadi, dll ). Wisatawan yang berkunjung ke Desa Sapit untuk pengunjung luar daerah yang menggunakan transportasi udara yaitu mulai dari Bandara Internasional Lombok kemudian menggunakan Bus Damri ke terminal pancor kota selong, kemudian bisa menggunakan Grab car/motor ke Wisata Sapit. Untuk transportasi dari arah mataram atau pelabuhan Lembar bisa menggunakan transpirtasi darat yaitu Damri jurusan Mataram – pesugulan.
Jumlah penduduk di Desa Sapit yaitu sebanyak 5584 jiwa. Pengembangan Desa Wisata Sapit dimulai pada Tahun 2016 Atraksi atau daya tarik yang dimiliki Desa Wisata Sapit yaitu Atraksi Budaya, Alam perbukitan dan kuliner.
Atraksi Budaya ada beberapa situs sejarah yang bisa dikunjungi dan ter dapat di Desa Wisata Sapit yaitu Langgar Pusaka (Masjid Kuno) yang sudah sejak lama dibangun dan masih terpelihara di Wisata Desa Sapit, Langgar Pusaka sampai saat ini dipergunakan untuk kegiatan ritual maulid adat dan tempat penyembek an (pengukuhan) Ketua Lembaga Adat Desa Wisata Sapit. Adapun juga ritual yang disebut dengan Bebubus batu yang diselenggarakan dua kali dalam satu tahun yaitu paska penanaman padi dan setelah panen padi di Desa Wisata Sapit.
Atraksi Alam yang bisa dinikmati di desa sapit yaitu Perbukitan yang dinamakan Bukit Pal Jepang, daerah ini biasadnya dikunjugi oleh wisatawan penikmat trekking perbukitan dan Gunung, dengan pemandangan Pluncak Gunung Rinjani dan dengan ketinggian 2000 MDPL dengan view di atas awan. Atraksi alam juga bisa dengan camping keluarga di X-Teros yaitu camping Graund dengan nuansa kebun buah anggur dan durian. Ada juga air terjun dan pemandian kolam air panas.
Berwisata kuliner dengan nuansa alam dan hawa dingin juga bisa dinikmati dibeberapa kedai kopi yang ada di Desa Wisata Sapit dengan khas kopi robusta dan arabika desa wisata sapit, bisa juga berwisata di kebun kopi dengan menikmati kopi Desa Wisata Sapit
Sapit adalah salah satu desa tertua yang ada di kabupaten lombok timur. Desa sapit sejak tahun 2004, berpindah kecamatan menjadi kecamatan suela, yang dulunya bergabung dengan kecamatan pringgabaya. secara kebudayaan, desa sapit termasuk kaya akan budaya, mulai dari budaya maulid bleq (maulid adad), bebubus batu, yelamet reban, ngayu-ayu, tolak bahla dan beberapa jenis budaya yang kita kenal diwilayah lain juga hampir sama dengan yang ada di desa sapit.
Penemuan situs sejarah muali dari situs pra sejarah, aksara dan hingga pada masa sejarah abad 19, masih tersimpar rapi tanpa ada yang terputus. Situs sejarah pada masa megalitikum seperti: jenis Punden, Menhir, Dolmen dan jenis Batu Lisung, serta ada juga tersimpan Bentuk Sarcofagus. Semetara pada masa aksara, masyarakat desa sapit memiliki sebuah prasasti yang diduga bertuliskan dengan aksara arm dan juga mirip dengan aksara brahmi. Selain itu adanya situs sejarah desa sapit yang disimpan di musium nasional Jakarta yang terdiri dari: Acara Tara, Awalokitesvara, dam Arca Siwa Mahadesa yang dibuat pada abad 8-9, selain itu ada juga tersimpan di musium Nusa tenggara barat sebanyak satu buah arca. Tidak hanya itu ada masih tersimpan diwarga sejumlah lima buah arca, terdiri dari: arca dewi seri (ibun pertanian), arca jungle, soekarno dan dua diantaranya belum mampu diidentifikasi.
Jika mengacu pada babad lombok ada beberapa kerajaan yang ada di lombok, menguasi peradaban Suku sasak lombok: kerajaan laeq, kerajaan pamatan, kerajaan suwung dan kerajaan lombok.
Meskipun masing-masing individu, sampai saat ini masih simpang siur, mana yang lebih dulu dan mana yang belakangan. Versi babad kerajaan suwung, mengatakan bahwa lebih dulu Kerajaan suwung baru kemudian pindah ke kerajaan pamatan, begitupum sebaliknya, pada babad lombok versi kerajaan pamatan, lebih dahulu pamatan baru kemudian kerajaan suwung.
Setelah Pamatan Berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh raja Batara Indra. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul Kerajaan Lombok. Kisah perjalanan sejarah Kerajaan Lombok pada bulan 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok. Ketika datang kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang.
Lebih lanjut dalam babad lombok kehancuran kerajaan pamatan oleh letusan gunung samalas, yang kita kenal saat ini adalah gunung rinjani, pada tahun 1257 mengatakan bahwa, pada tahun itulah kerajaan pamatan menghilang, tertimbun oleh letusan samalas, yang sampai saat ini masih belum di ketahui di mana lokasi kerajaan tersebut, namun penulis mencoba untuk mengkaji dan membuka sedikit kejanggalan sejarah yang selama ini menyebar luas di masyarakat, yang mengatakan bahwa pasca letusan gunung samalas masyarakat sasak lombok punah, yang kemudian membuat peradaban baru yang di mulai oleh orang jawa dan bali.
Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Sapit pada tahun 2023 berjumlah 5469 Jiwa, mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani mengandalkan pertanian-peternakan sebagai mata pencaharian utamanya.
Adapun Jumlah Penduduk Tahun 2025 Sebagai Berikut :
| DATA PENDUDUK PERDUSUN | ||||
| DUSUN | KK | JIWA | ||
| MONTONG KEMONG INDUK | 216 | 609 | ||
| MONTONG KEMONG BARAT | 171 | 511 | ||
| SAPIT | 104 | 310 | ||
| RINAYANG | 141 | 418 | ||
| TETAJEN | 106 | 311 | ||
| GUBUK BARU | 155 | 473 | ||
| PESUGULAN | 92 | 287 | ||
| BATU CANGKU UTARA | 148 | 416 | ||
| BATU CANGKU SELATAN | 153 | 514 | ||
| BATU CANGKU BARAT | 188 | 586 | ||
| BATU PANDANG | 213 | 563 | ||
| JUMLAH TOTAL | 1382 | 5584 | ||
Potensi Desa
Bahwa keberadaan BUM Desa sesungguhnya tidak terlepas dari situasi Desa dengan segala ragam potensinya. Hal ini mengartikan bahwa BUM Desa diharuskan melakukan kajian secara tepat dan detail mengenai potensi Desa,sehingga keberadaan dan perkembangan BUM Desa betul-betul mampu memanfaatkan potensi Desa dan hasil dari pemanfaatan tersebut Kembali ke Desa melalui Peningkatan PADesa lalu diturunkan dalam berbagai bentuk program pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat.
Pertanian dan Peternakan
Hampir semua masyarakat bertani, terbilang sebagai aktivitas pokok/utama dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, selain itu, masyarakat juga melakukan aktivitas beternak, hanya saja belum dominan alias tidak sebanyak aktivitas bertani. Karenanya masyarakat memiliki ragam product yang menjadi komoditi hasil pertanian, diantaranya; Komoditas pertanian;
- Buah-buahan (avokat, durian dll.);
- Rempah rempah/ponpon (jahe, kunyit, lengkuas dll.);
- Ragam sayuran (Cabai, Tomat, Kubis dll.);
- Padi dll.
Sedangkan komoditi peternakan;
- Penggemukan sapi dan kambing;
- Ayam petelur;
- Dll.
Potensi Alam
Sudah menjadi rahasia umum bahwa desa sapit memiliki keindahan alam yang menakjubkan yang mampu menggairahkan dan menyehatkan mata setiap orang yang melihatnya. Terbukti, satu titik wisata saja dibuka (pal jepang) para traveler berdatangan bahkan masyarakat kita sendiri menikmati dengan dentuman kekaguman. Belum lagi titik dan ragam wisata yang lain. Singkatnya keindahan tersebut merupakan potensi yang patut menjadi perhatian dan menjadi potensi wisata yang mampu mendatangkan manfaat bagi desa dan masyarakat umumnya. Beberapa potensi tersebut misalnya;
- Explorasi alam (Beberapa titik air terjun, spot poto dll.);
- Langgar Pusaka;
- Camping ground
- - Kuliner dan UMKM; Dll
Air bersih
Berdasarkan dialog desa melalui musyawarah desa mengenai air bersih, tercatat kurang lebih ada 11 mata air berada dititik lokasi desa Sapit. Adapun titik air tersebut meliputi;
1. Mata Air Serung;
2. Mata Air Aiq Dewa;
3. Mata Air Grasak;
4. Mata Air Tempos Daya;
5. Mata Air Tempos Lauq;
6. Mata Air Terep;
7. Mata Air Nangka ungkar;
8. Pancar Mama;
9. Pancor Nina;
10.Mata Air Aiq Sebau;
11.Mata Air Pesusa (Nina-Mama).
Mata air tersebut dimanfaatkan sebagai air bersih dan juga beberapa mata air digunakan untuk irigasi pertanian. Artinya debit air yang dimiliki desa Sapit cukup besar, bahkan pada praktiknya beberapa mata air dipergunakan juga oleh masyarakat desa lain untuk kebutuhan air bersih seperti Desa Mekar Sari, Suela, Sentalangu dll.
Dengan demikian, potensi pengelolaan dan pengembangan mata air sangat dimungkinkan menjadi sebuah usaha pelayanan penyediaan air bersih bagi masyarakat, dengan catatan kebutuhan air bersih internal desa Sapit sudah tercukupi. Sehingga kelebihan setelah kebutuhan itulah yang harus menjadi perhatian khusus untuk ditindaklanjuti sebagai bisnis sosial Desa.